Kamis, 30 September 2010

Pembukaan

Makanya aku ngasih judul "Pembukaan" soale kata anakku --pake pembukaan dong-- biasanya begitu kalau mau nulis pertama kali. Aku sih sebenernya tau soal itu, tapi ini kan bukan novel atau skripsi ataupun makalah, ya udah begini aja langsung.
Begini, aku tuh demen banget minum kopi, dari muda sampe sekarang di usiaku yang udah tergolong manula (hampir begitu, hiii). Tadi sebelum mulai nulis blog ini, aku nyoba ndaftar dulu di "Indonesian Coffee Community", tapi gagal nggak tau kenapa, besok tak coba lagi. Biarpun aku suka minum kopi, aku keberatan kalau disebut pecandu kopi, aku lebih suka menyebut diriku "penikmat kopi". Memang beda lho, pecandu kopi biasanya berkeinginan dan sanggup minum berkali kali dalam sehari, sedangkan aku minum kopi cukup sekali (paling banyak dua kali) sehari dan hanya secangkir (bukan segelas) tapi dengan rasa yang pas dan mantab (kekentalan dan manis yang terjaga dan diseduh pake air mendidih). ada lagi bedanya, pecandu kopi --seperti halnya pecandu pecandu apapun-- harus ketemu kopi tiap hari, aku sih dalam keadaan terpaksa (maag kambuh atau kopi lagi abis atau alasan masuk akal lainnya) nggak apa apa nggak minum kopi dulu.
Sekarang segini dulu, besok sambung lagi.

3 komentar:

  1. Saya suka .klu minum kopi ajak2 ya mbak.

    BalasHapus
  2. Mbak ga nyeduh KOPI dulu nih...

    BalasHapus
  3. ya udah, masakin air dulu dong, kan aku maunya pake air mendidih

    BalasHapus