Jumat, 22 Oktober 2010

Tester Amatiran

Kejadiannya kira-kira lima belas atau enam belas tahun yang lalu, waktu aku ditugaskan kantorku untuk menghadiri acara di Bukittinggi, semacam peresmian atau pengenalan, atau peluncuran suatu produk yang diselenggarakan Dinas Pertanian. Produk yang aku maksudkan adalah hasil panen pertama dari varitas kopi arabika kate yang ditanam di daerah sekitar Bukittinggi, varitas Kartika namanya kalau nggak salah. Nah, pada kesempatan tersebut ada acara mencicipi beberapa jenis minuman kopi, beberapa hadirin termasuk aku ditawarkan untuk jadi pencicip (ciailaah...pura-puranya jadi tester), kemudian menyebutkan yang mana kopi arabika varitas baru itu, aku bersedia dan aku satu-satunya pencicip yang perempuan. Percaya nggak, aku bisa menunjukkan yang mana kopi arabika yang sedang diperkenalkan itu. Mereka (panitianya) sampe heran, karena seorang perempuan dan masih muda --waktu itu tentunya-- bisa mengenali rasa kopi tertentu. Aku sendiri menyimpulkan, aku bisa mengenali rasa kopi arabika mereka karena rasa kopi-kopi lainnya itu sudah pernah aku minum, sehingga aku menduga mungkin kopi-kopi lainnya itu dari jenis robusta semua --soale pada saat itu rasanya belum ada kopi arabika beredar dikalangan awam-- sehingga lidahku bisa mengenali rasa yang nyleneh itu. Nggak tahulah, yang jelas aku berhasil sebagai tester waktu itu, ya walaupun cuma tester icak-icak. Ada lagi yang penting, sejak saat itu aku bisa mengenali rasa kopi arabika yang memang beda dari kopi jenis robusta.
Tips :
Kopi Es Sederhana (dengan rasa Profesional)
Buatlah kopi lebih kental dan sedikit lebih manis dari yang akan diminum panas,
jangan pernah langsung memasukkan batu es begitu kopi selesai diseduh.
Seperti biasa harus ditutup dulu sebentar, dibuka dan diaduk lagi,
baru kemudian tambahkan batu es, tunggu dingin betulan baru nikmati.
Waah, segerrr dan pasti enak nian.
Wassalam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar