Sabtu, 14 Mei 2011

Bersantai di Javva Coffee

Dua minggu yang lalu saya dinas ke Jakarta. Seperti biasanya setelah selesai menjalankan urusan kedinasan, saya selalu menyempatkan diri ber "kopi ria", begitulah saya mengistilahkan kegiatan saya seputar cicip mencicip dan menikmati kopi, dimana biasanya saya lakukan dengan mengunjungi kafe-kafe tertentu untuk menikmati kopi. Semula saya bermaksud mengunjungi GokTong Coffee, karena tertarik nyobain espresso yang dihasilkan "presso" yang merupakan mesin pembuat espresso manual / tanpa listrik itu. Namun apa yang terjadi, setelah jauh-jauh naik busway --bertiga dengan adikku dan anak gadisku yang kuliah di ibukota--dari Kali Deres ke Sudirman, lalu mencari stasiun kereta api Sudirman dan food court nya, ternyata cafe tersebut belum lama ini pindah alamat, alamaaakk.....padahal udah hampir dua jam perjalanannya.
Sehabis sholat dhuhur di area stasiun tersebut langsung saya berpikir kafe ekslusif mana lagi yang akan dikunjungi, yang kalau bisa tidak jauh dari jalan Sudirman, tentu saja maksud saya eksklusif adalah kafe yang merupakan coffee shop. Entah kenapa karena sering membaca blog Cikopi nya Toni Wahid tiba-tiba saya teringat kafe Javva yaitu salah satu tempat yang diperkenalkan beliau dalam blognya sebagai coffee house yang belum lama dibuka. Kita browsing dulu --tentu saja pake hape-- untuk melihat alamatnya, ternyata ada di jalan Senopati no 71-73, dan untuk ukuran kota seluas Jakarta itu berarti memang tidak jauh dari jalan Sudirman.
Rupanya alamat jalan Senopati no 71-73 itu adalah gedung Kedaung Store, nah kafe Javva tersebut letaknya didalam gedung itu, kita harus jeli mengamati alamat kafe ini karena dari luar gedung tidak segera terlihat atau ketahuan bahwa ada kafe didalam gedung tersebut, untung anakku cukup jeli melihatnya. Kami masuk kedalam gedung tersebut dimana didalamnya memang merupakan toko dan ruang pamer dari pecah belah bermerek Kedaung, dan di sudut kanan terlihatlah tempat yang kami tuju sesungguhnya, kafe Javva.


Tempatnya tidak besar tapi mengesankan suasana santai, keakraban dan nyaman untuk melepaskan lelah, sehingga sangat cocok untuk bersantai dengan pacar, teman ataupun sanak famili. Coffeehouse mungil ini dimiliki oleh Adi W Tarupratjeka (salah seorang konsultan perkopian yang cukup terkenal). Seperti yang dijelaskan dalam promosinya, kafe ini memang tidak menyediakan espresso, kopi hitamnya diseduh  hanya dengan dua cara pourover dan syphon. Saya mencoba kopi hitam dan saya memilih "Papua syphon", sementara adik saya memilih "Orange coffee" dan anak saya memesan "Ice lemongrass coffee" yang katanya merupakan ke-khas-an kafe Javva ini, sebagai makanan pendamping saya mencoba arem arem telor asin, adik saya memilih tahu isi dan anak saya cukup dengan french fries.



Kopi di kafe ini tidak diseduh di dapurnya melainkan di barnya, cukup menarik juga melihat mbak baristanya menyeduh dengan syphon di depan mata kita. Kopi Papua ini  cukup enak, mungkin lain kali saya harus mencoba dengan metoda pourover, karena menurut saya yang terbiasa dengan kopi tubruk maka kopi dengan syphon sepertinya sama hasilnya dengan coffeemaker milik saya dirumah yaitu kopi terasa light, dan tidak meninggalkan rasa pahit dilidah. Ada lagi yang juga menarik bagi saya, pada saat-saat tertentu kafe Javva juga menyediakan kopi dari coffee house terkenal lainnya, kelihatannya ada suatu kerja sama. Pada waktu saya berkunjung kesana yang sedang terpajang adalah kopi Flores Bajawa dari Maharaja Coffee. Oh iya, kafe ini juga menyediakan peralatan seduh kopi untuk dijual, saya dan adik saya membeli french press, memang bukan merek Bodum seperti yang sedang saya cari tetapi kata adik saya "beli dulu yang ini, lain kali kita cari yang merek Bodum", jadi kami beli french press tersebut. Nah, kalau anda sedang berkeliling disekitar blok M entah shopping atau untuk keperluan lain, silahkan melepaskan lelah di kafe ini, sambil bersantai anda dapat merasakan keunikan rasa Ice lemongrass coffee ataupun kelezatan arem arem telor asin. 


                                                       Selamat menikmati                          



Wassalam

Selasa, 10 Mei 2011

Jalan-jalan ke negeri jiran

Belum lama ini saya dan beberapa teman kantor sempat jalan-jalan --icak-icaknya libuaran nih-- ke Malaysia dan Singapore, kita berenam (2 laki-laki 4 perempuan), berangkat tanggal 21 April sore dan kembali tanggal 25 April pagi.  Bagi saya sendiri ini adalah kunjunganku yang ketiga ke kedua negara jiran tersebut, dan pada kesempatan kali ini saya sebetulnya berharap bisa mengunjungi Genting Highland di M'sia dan Universal Studio di S'pore, tapi karena kurangnya waktu lagi-lagi tidak sempat ke Genting dan ke Universal Studio juga tidak karena pada kalender merah karcis untuk ke tempat itu harus dipesan beberapa hari sebelumnya. Tentu saja saya kecewa dengan kegagalan tersebut, namun saya tidak berkecil hati karena berarti akan ada peristiwa jalan-jalan berikutnya ke kedua negara tersebut. Lalu apa dong cerita mengesankan yang saya peroleh, banyak, diantaranya adalah kebersihan Singapore --menurut saya sih kalau mengelola negara secuil gitu nggak bisa bersih ya keterlaluan banget-- dan keseriusan negara tersebut, yang dengan segala keterbatasannya, mengelola kepariwisataannya. Sedangkan di Malaysia karena saya hanya sempat mengunjungi Kualalumpur maka kesan saya juga sebatas atas ibukota negara jiran tersebut, nah KL adalah kota yang hampir tidak pernah tidur, dan bis angkutan umumnya pada umumnya tidak penuh sesak. Karena blog saya ini mengenai kopi, maka cerita panjang lebarnya tentu saja cerita sehubungan dengan kopi.


Seperti biasa dalam setiap kunjungan saya kemanapun, saya selalu menyempatkan diri untuk menikmati kopi ditempat tersebut. Namun karena saya juga senang berwisata kuliner maka saya juga mencoba menikmati apa yang menjadi kekhasan tempat itu. Nah, saya berkesempatan menikmati "teh tarik" dan beberapa jenis "martabak india", di M'sia kami mencobanya di daerah Pudu Raya dan di S'pore di semacam pusat jajanan dekat tempat kami menginap di Bukit Purmei.


Orchard Road                                                                Singapore River


                                                                    Marina                                                                                        Raffless Bridge


Yang mengesankan bagi saya adalah bahwa di kedua negara ini kalau kita ingin minum teh atau kopi dan menyebutkan teh atau kopi ketika memesannya, maka yang akan dihidangkan adalah teh susu ataupun kopi susu. Dua orang teman saya mengalami kesalah pahaman tersebut, sang pelayan menggerutu ketika teman itu meminta tukar minuman teh susunya karena merasa tidak memesan teh susu namun teh saja, memang di kedua negara ini kita harus menambahkan kata "O" sesudah kata teh atau kopi kalau kita ingin memesan teh saja atau kopi saja. Saya sendiri, karena sebelumnya pernah berkunjung ke negara ini, tidak lupa untuk menyebutkan "kopi O" waktu memesan kopi,  Ini sama dengan di India dimana secara umum yang dimaksudkan teh atau susu adalah teh susu atau kopi susu. Konon karena Malaysia dan Singapore, seperti juga India adalah sama-sama bekas jajahan Inggeris yang memiliki kebiasaan minum teh atau kopi ditambah dengan susu. Ada yang tahu alasan "konon" lainnya ?

Nah yang ini adalah cerita tentang espresso. Sehabis keliling-keliling di pusat perbelanjaan di Bukit Bintang, saya melepaskan lelah sejenak di sebuah coffee shop, yaitu Gloria Jean's Coffees. Saya tidak menyebut coffee house karena tempat duduknya lebih merupakan teras dimana dari tempat kita duduk bisa memandang pertokoan disekitarnya. Rasanya enak juga bersantai menikmati kopi sambil memandang orang yang lalu lalang disekitar cafe itu dengan bermacam gayanya. Saya seperti biasanya memesan espresso dan teman-teman yang lain tentu saja lebih menikmati minuman berkopi dingin yang sepertinya lebih menyejukkan. Espressonya saya nikmati dengan menambahkan brown sugar, entah kenapa saya seringkali merasa bahwa espresso dengan brown sugar dapat mengurangi kelelahan saya, dan tentu saja saya juga menyadari ini subyektif sifatnya. Kalau anda berkunjung ke Kualalumpur dan berjalan-jalan disekitar Bukit Bintang jangan lupa mampir ke cafe tersebut.

Wassalam


Minggu, 10 April 2011

Love Coffee Love Formula One

Pada umumnya semua orang mempunyai kesenangan atau ketertarikan pada sesuatu hal, bisa satu, dua ataupun beberapa macam hal, tapi biasanya hanya beberapa hal yang menjadi ketertarikan seseorang. Salah satu dari ketertarikan saya pada sesuatu hal selain kepada kopi adalah pada balap mobil Formula One, atau biasanya disebut F1 Racing. Anda semua tentu tahu atau setidaknya pernah mendengar tentang balap F1, tapi tentunya anda juga bertanya-tanya apa sih hubungannya F1 Race dengan kopi. Sederhana saja, saya menyukai balap Formula-1 seperti saya menyukai kopi, dan saya hampir selalu sambil minum kopi ketika mengerjakan hal-hal yang saya senangi seperti membaca, blogging dan tentu saja waktu nonton acara F1 Race di tv.
Kesukaan dan kegemaran saya pada Formula-One, sebenarnya belum selama kegemaran saya menikmati kopi. Saya mulai menonton balap F1 kira-kira tahun '97/'98 yaitu ketika jamannya Mika Hakkinen jadi juara dunia, jadi kurang lebih baru 13 tahun saya menjadi penggemar dan sekaligus pemerhati F1, sedangkan minum kopi sudah saya mulai sejak kurang lebih 35 tahun yang lalu. Ketertarikan saya pada Formula-1 bukan hanya pada menonton balapnya --tentu saja cuma di tv-- tetapi saya juga senang membaca majalah tentang F1, menonton berita berita apapun mengenai F1, sampai-sampai kalau lagi on line saya juga menyempatkan browsing berita-berita F1. Sebagai orang yang tergolong mulai menjadi manula saya sebenarnya menyadari mungkin saya tidak cocok lagi kalau masih menggemari balap F1. Tetapi, sekali lagi tetapi, sama seperti halnya kegemaran saya pada kopi yang juga sebenarnya sudah harus mulai dikurangi mengingat "faktor U", saya sepertinya tidak kuasa menghentikan ketertarikkan saya yang "extraordinary" pada balap F1 maupun pada kopi.
Mengenai pembalap Formula-1, sampai saat ini saya masih menyukai Michael "Schumy" Schumacher, bukan hanya karena dia juara dunia 7 kali, tapi memang dia membalap dengan jempolan menurut saya, penuh kehati-hatian sekaligus jenius dan cerdik. Kadang saya berpikir jangan-jangan karena saya sendiri hampir jadi manula lalu menjadi susah menghilangkan kekaguman saya pada sang legenda F1 tersebut yang usianya paling senior diantara pembalap lainnya. Waktu dia memutuskan pensiun tahun 2006 pada umur 37 tahun saya cukup kecewa, soale Juan Manuela Fangio (F1 racer tahun 50an) aja menurut kisah masih membalap sampai umur 55 tahun. Kemudian ketika dia memutuskan come back tahun lalu, terlihat bahwa dia cukup keteter oleh rekan-rekannya yang semakin baik performance nya serta pembalap-pembalap muda yang berdatangan selama 3 tahun ketidak hadirannya, membuatnya tidak pernah naik podium lagi.
Mengenai mobil Formula-1, walaupun saat ini yang berjaya adalah Red Bull, saya masih saja kagum melihat Ferrari. Tim F1-Scuderia Ferrari pernah mendapat gelar juara dunia konstuktor sebanyak 16 kali, 5 kali diantaranya diraihnya bersama M Schumacher. Jika didunia minuman kopi kita sering mendengar seorang barista membuat suatu jenis minuman kopi yang merupakan "signature" baginya, maka sosok mobil F1-Ferrari yang senantiasa berwarna merah menyala dari dulu sampai sekarang itu seolah-olah merupakan "signature" bagi tim Scuderia Ferrari yang bermarkas di Marenello-Italy tersebut. Bak seorang artis yang selalu tampil flamboyan.



Bersama tegukan terakhir kopi saya --tadi saya menyeduh campuran 11/2 sendok arabika (Gayo) + 1/2 sendok robusta dan diaduk pakai kayu manis-- saya sudahi postingan mengenai Formula-1 kali ini. Oh ya, untuk musim balap 2011 ini Sebastian Vettel dari tim Red Bull sudah mengumpulkan angka 50 poin karena sudah menang 2 kali masing-masing di Albert Park-Australia dan di Sepang-Malaysia.

Wassalam,
penikmat kopi dan pemerhati F1

Rabu, 23 Maret 2011

The Wonders of a cup of coffee

Have you ever at one time felt so bored with your daily activities so that you feel so tired and depressed, lethargic, moody, and lazy to do anything, the mind became clogged or stagnant. Anyway you feel tired physically and spiritually. Feeling like it is actually just a natural thing, almost everyone has experienced both men and women. Well, a cup of coffee at certain times can avoid or relieve you from the feeling depressed.
I demonstrated here, the housewives who also work, including me. They are some times also have a situation like that. Imagine, if a woman worker has been married for 30 years. That means that already 30 years she every day did her household tasks including the very consuming thoughts are thinking every single day about what the menu should be provided as her family dining so they do not get bored, and added as a career woman every day of course she had to do her office tasks and duties. Wooow ..... it seems so little time to be ourselves, so that sometimes there are times when we were hit by feeling bored and tired physically and mentally. But we must keep strong because the house should keep comfortable, the food should always be available, and office tasks should completed (well, it seems the women are indeed God's creatures that beautiful  .....and strong, of course)

Previously I have said that a cup of coffee can save you from the very uncomfortable situation, how can? You should take the time to perform the ritual cup of coffee with a stress reliever. Find your home a corner you like the most, can in your own room, can in front of the TV, or on the back porch, just anywhere, the  important is your favorite place/corner. Brewed coffee with an appropriate comparison, I would suggest not too sweet, and with a good and correct way. Bring your coffee to where you want to sit relax, put your body in a most comfortable position for you. Turn on relaxing music that you like (do not have to, because there are also people who like silence when relaxing). Now, open the cap of your coffee drink, inhaled first  the aroma before sipping it. For the first three sip, on each sip try to hold it once in your mouth before swallowing, leave all parts of your tongue feel the bitter and sweet of coffee and the aroma of coffee fulfill your oral cavity, then you can feel comfortable atmosphere infiltrate slowly into the body and mind.
Perform the ritual of coffee drinking in this way once a week, surely you will avoid the stress that accumulated from day to day which can cause the physical and mental burnout as I mentioned above. Of course, outside
that time you also can drink coffee every day, without doing the special ritual. Oh, there was one more suggestion, if you want to increase the sensation of relaxed atmosphere while feeling the effects of aromatherapy when you perform that relaxed ritual, you can try the cinnamon coffee drinks, will further add sense of relaxed. The recipe is on my last post. Well, do not waste time, just do it, eliminate stress in a simple and easy way.


a lot of warm greetings


 

Minggu, 06 Maret 2011

Are you a coffee connoisseur ?

(Postingan kali ini saya ambil dari tulisan saya sendiri untuk sebuah blog komunitas di luar negeri, SDL Community, dimana saya ikut berpartisipasi didalamnya / I took this post from my own written for a community blog abroad, SDL Community, in which I participated)

A coffee addict different from a coffee connoisseur (coffee lover), although they are basically the same as coffee drinkers. A coffee addict usually want to drink coffee all the time, everyday, two to three times a day, even more than that. While a coffee connoisseuur will try to get good coffee in a pleasant atmosphere. If conditions do not support, such as health problems or because ofother reasons, never mind for them not to drink coffee. While the coffee addicts usually could not stand if do not drink coffee in a day. To a connoisseur of coffee is nice if able to enjoy coffee every day, while for a coffee addict is a necessity or a must for him to drink coffee every day. The question is, you are an addict of coffee or a coffee connoisseur (?).

For coffee lovers that I present a coffee beverage recipes are simple but tasty as below :
 
A cup of cinnamon coffee for you

One of the coffee drinks that I often make at home is "cinnamon coffee".
Very easy to make, very pleasant taste, and is perfect enjoyed on cool/cold air.
You can make as follows, enter 1 tsp full of coffee powder + 1 tsp full of sugar
(or up to your taste) into the cup and then pour 150 ml boiling water
(left 1 minute to reduce the temperature to be about 95 C) while stiring with
a cinnamon stick, close a moment (about 3 minute), open and stir again,
then your coffee is ready to be enjoyed. Hmmm.....very pleasant.
Just try it out.

Greetings to you all.